Selasa, 22 Juni 2010

Beras Super Sragen Menembus Pasar Ekspor

Pemerintah Kabupaten Sragen kembali membuat terobosan. Beras super produksi petani di Sragen siap go internasional atau diekspor pada tahun 2009 ini. Kuota ekspor yang diminta tak main-main, totalnya mencapai 11.000 ton. Jumlah itu terdiri 1.000 ton beras organik, 2.000 ton beras mentik wangi dan 8 .000 ton beras IR 64 kualitas super.

Sentra padi organik Kabupaten Sragen adalah di Kecamatan Tanon, Sidoharjo, Gondang, Sambirejo, Masaran, Karang malang dan Sambirejo. Produksi organik yang paling memenuhi standar adalah di Sukorejo, Kec. Sambirejo karena airnya langsung dari sumber.

Untuk memenuhi standar kualitas beras super harus mendapatkan lulus sensor dari petugas penyuluh lapangan (PPL), yakni farm record pencatatan teknis budidaya, proses dan harganya. Apalagi dengan tujuan ekspor Jepang, beras yang diekspor harus melalui serangkaian uji yang ketat. Khusus beras organik yang akan diekspor adalah yang pure organik.

Produk pertanian yang dilempar ke mancanegara tersebut, bukan lewat eksportir. Tapi, lewat satu pintu Perum Bulog (Badan Urusan Logistik). Dan, produk pertanian tersebut semua sudah bersertifikat, serta memenuhi standar internasional. Menurut jadwal, ekspor pertama mulai Maret ini.


Memang, diakui ekspor beras kali ini lantaran terjadi surplus ketersediaan barang. Jadi, Indonesia boleh dibilang sudah swasembada beras. Jadi, kebijakan kali ini bukan sekedar untuk sensasi, atau gagah-gahan semata.


Beras kualitas Super, memang disukai konsumen, seperti halnya konsumen di negeri Jepang. Jenis beras Cianjur yang dikenaln aromatik yang wangi. Negara Sakura itu juga pernah mencicipi sampel produk beras kualitas serupa dari Jateng dan Jatim.

Kabupaten Sragen sendiri, bukan kali pertama melempar produk beras organik ke mancanegara. Setahun lalu, produk beras jenis ini sudah mendahului untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. Ini merupakan bentuk terobosan Pemkab setempat untuk mengangkat citra petani ke posisi tawar yang lebih tinggi

Beras organik Sragen sudah dilirik oleh buyer asing, karena sejak tahun 2001 Bupati Sragen telah mencanangkan go organik. Pada saat itu Kabupaten lain belum canangkan program tersebut, bisa dikatakan Sragen lah yang pertama kali mengibarkan bendera beras organik.

Total produksi padi Sragen pada 2006 sebesar 469.467 ton dan 2007 sebesar 487.532 ton, angka sementara pada tahun 2008 (belum termasuk angka panen terakhir) sebanyak 454.113 ton. Sedangkan target produksi padi pada 2009 sebesar 483.092 ton. Sementara produksi padi organik pada 2006 sebesar 19.439,78 ton, dan pada 2007 berjumlah 21.554,812 ton, sedangkan pada 2008 angka sementara (belum termasuk angka panen terakhir) sebanyak 29.302 ton.

Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan siap mengekspor beras kualitas super mulai Maret 2009 lalu. Kebijakan ekspor beras tersebut diambil Bulog demi menjaga harga beras agar tetap stabil, apabila stok menumpuk dipastikan harga akan anjlok. Bulog meyakinkan Ekspor beras ini tidak akan mempengaruhi pengadaan dalam negeri, karena
beras yang dipasarkan ke luar negeri kualitasnya nomor satu.


Sumber:
http://bisnisukm.com/beras-super-sragen-menembus-pasar-ekspor.html
5 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar